Rapor Pemain Man City vs Sunderland: Malam Frustrasi Erling Haaland di Kandang Black Cats
Manchester City gagal tampil dominan saat bertandang ke markas Sunderland dalam laga yang berjalan penuh tekanan. Meski menguasai bola dan menciptakan peluang, The Citizens kesulitan menembus pertahanan tuan rumah. Malam ini pun menjadi malam frustrasi bagi Erling Haaland yang tak mampu mencatatkan gol.
Berikut rapor pemain Manchester City dalam laga tersebut:
Kiper
Ederson – 6,5
Tidak terlalu sibuk, namun tetap sigap saat dibutuhkan. Distribusi bola cukup baik meski jarang mendapat tekanan serius.
Lini Belakang
Kyle Walker – 6
Aktif membantu serangan, tetapi kontribusi bertahannya kurang maksimal dalam beberapa situasi transisi cepat Sunderland.
Rúben Dias – 6,5
Menjadi pemimpin di lini belakang. Tampil cukup solid dalam duel satu lawan satu.
John Stones – 6
Kurang rapi dalam membaca pergerakan lawan. Beberapa kali kehilangan posisi.
Joško Gvardiol – 6,5
Salah satu bek paling konsisten malam ini. Tenang saat menguasai bola dan disiplin bertahan.
Lini Tengah
Rodri – 6,5
Berusaha menjaga tempo permainan, namun sering terisolasi karena minimnya pergerakan tanpa bola dari rekan setim.
Kevin De Bruyne – 6
Kreatif, tetapi tidak cukup efektif. Banyak umpan kunci yang gagal dimaksimalkan.
Bernardo Silva – 6,5
Paling hidup di lini tengah. Mobilitas dan kerja kerasnya menjadi pembeda meski tanpa hasil nyata.
Lini Depan
Phil Foden – 6
Bergerak aktif di sisi sayap, namun kurang tajam dalam penyelesaian akhir.
Erling Haaland – 5,5
Malam frustrasi bagi Haaland. Minim suplai bola bersih dan beberapa peluang emas gagal dikonversi menjadi gol.
Jack Grealish – 6
Berusaha menciptakan ruang, namun sering terhenti oleh rapatnya pertahanan Sunderland.
Pemain Pengganti
Julián Álvarez – 6
Masuk untuk menambah variasi serangan, tetapi tak cukup mengubah jalannya laga.
Mateo Kovačić – 6
Membantu penguasaan bola, namun tempo permainan tetap stagnan.
Manchester City tampil dominan secara statistik, tetapi gagal efektif. Sunderland layak mendapat apresiasi atas organisasi pertahanan mereka. Bagi City, laga ini menjadi pengingat bahwa penguasaan bola tanpa ketajaman tak selalu berbuah kemenangan—dan bagi Haaland, malam ini menjadi pelajaran pahit di kandang Black Cats.
