Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 2026 tak hanya akan menjadi turnamen bersejarah dari sisi jumlah peserta dan format, tetapi juga berpotensi menjadi panggung perubahan besar dalam regulasi permainan. FIFA bersama IFAB dikabarkan tengah menyiapkan tiga aturan baru yang bertujuan meningkatkan keadilan, tempo, dan kualitas pertandingan. Fokus utama tertuju pada optimalisasi VAR dan penanganan timewasting yang selama ini menuai kritik.
1. VAR Lebih Transparan dan Terbuka
Salah satu perubahan paling disorot adalah peningkatan transparansi penggunaan VAR. FIFA ingin mengurangi kontroversi dengan membuka komunikasi wasit—baik melalui penjelasan singkat di stadion maupun tayangan ulang yang lebih informatif.
Tujuannya jelas: keputusan VAR harus bisa dipahami pemain, pelatih, dan penonton. Dengan transparansi ini, VAR tidak lagi dianggap sebagai “ruang gelap” pengambil keputusan, melainkan alat bantu yang akuntabel.
2. Penindakan Timewasting Lebih Tegas
Timewasting menjadi masalah kronis di sepak bola modern, terutama dalam laga-laga besar. Untuk Piala Dunia 2026, FIFA berencana menerapkan pendekatan lebih tegas, termasuk penambahan waktu yang benar-benar proporsional dan sanksi disiplin yang lebih cepat bagi pelanggar.
Kiper dan pemain yang sengaja memperlambat permainan akan menjadi sasaran utama. Harapannya, pertandingan berjalan lebih dinamis dan adil, tanpa praktik mengulur waktu yang merusak ritme laga.
3. Pengelolaan Waktu Tambahan Lebih Akurat
Aturan ketiga berkaitan erat dengan dua poin sebelumnya: penghitungan injury time yang lebih presisi. FIFA ingin memastikan setiap gangguan—VAR, pergantian pemain, cedera, hingga perayaan gol—benar-benar diperhitungkan secara objektif.
Pendekatan ini bertujuan menghilangkan “waktu abu-abu” dalam pertandingan dan memastikan durasi efektif bermain meningkat secara signifikan.
Dampak bagi Tim dan Strategi
Jika aturan-aturan ini diterapkan penuh, tim harus beradaptasi secara taktik dan mental. Strategi bertahan dengan mengulur waktu tidak lagi efektif, sementara manajemen emosi dan disiplin akan menjadi faktor kunci.
Bagi wasit, tuntutan konsistensi dan keberanian mengambil keputusan juga semakin besar. Sementara bagi penonton, pengalaman menonton diharapkan menjadi lebih jujur, transparan, dan mengalir.
Kesimpulan
Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi titik balik sepak bola modern—bukan hanya dari skala turnamen, tetapi juga dari cara permainan dijalankan. Dengan VAR yang lebih terbuka dan penindakan tegas terhadap timewasting, FIFA ingin mengembalikan fokus utama sepak bola: permainan yang adil, cepat, dan kompetitif.
Kini tinggal menunggu satu hal: seberapa konsisten aturan-aturan baru ini diterapkan saat panggung terbesar sepak bola dunia benar-benar dimulai.
