Allegri Hidupkan Sepak Bola “Corto Muso” di AC Milan: Menang Tipis, Tapi Makin Mematikan!
AC Milan menunjukkan wajah baru di bawah arahan Massimiliano Allegri. Tanpa banyak gemerlap permainan menyerang, Rossoneri justru tampil semakin efisien. Filosofi “corto muso” — menang dengan selisih tipis namun penuh kontrol — kembali dihidupkan, dan hasilnya mulai terasa nyata.
Dalam beberapa laga terakhir, Milan memang tidak selalu tampil dominan secara statistik. Penguasaan bola sering kali seimbang, bahkan kalah. Namun, Allegri menanamkan prinsip paling mendasar dalam sepak bola kompetitif: menang adalah segalanya. Milan kini lebih sabar, disiplin, dan tahu kapan harus menusuk lawan.
Ciri utama sepak bola corto muso terlihat jelas pada organisasi pertahanan Milan. Garis pertahanan rapat, jarak antarlini terjaga, serta minim risiko dalam membangun serangan. Setiap pemain memahami perannya, sehingga Milan jarang panik meski berada di bawah tekanan.
Di fase menyerang, Rossoneri tidak lagi memaksakan tempo tinggi sepanjang pertandingan. Allegri memilih momen yang tepat untuk mematikan lawan. Serangan cepat, set-piece, dan kesalahan kecil lawan menjadi senjata utama. Gol yang tercipta sering kali berawal dari efektivitas, bukan dominasi.
Pendekatan ini membuat Milan terlihat lebih “kejam”. Satu peluang bisa berujung gol, satu gol cukup untuk mengamankan tiga poin. Bagi sebagian penggemar, gaya ini mungkin terasa kurang atraktif, tetapi secara hasil, Milan tampil semakin stabil dan sulit dikalahkan.
Yang paling menonjol adalah perubahan mentalitas. Milan kini bermain dengan keyakinan tinggi bahwa keunggulan sekecil apa pun bisa dipertahankan. Mereka tidak tergoda untuk menyerang berlebihan dan membuka celah di belakang.
Kebangkitan filosofi corto muso ini menandai kedewasaan baru AC Milan. Allegri tidak mengubah Milan menjadi tim spektakuler, tetapi menjadikannya efektif dan mematikan. Dalam perburuan gelar, pendekatan seperti inilah yang kerap menjadi pembeda.
Menang tipis mungkin tidak selalu indah, tetapi di tangan Allegri, AC Milan kembali belajar cara menang — dan itu yang terpenting.
