5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini

 

Sebagai salah satu klub terbesar di dunia, Real Madrid identik dengan kemenangan dan trofi. Namun di Copa del Rey, Los Blancos kerap mengalami malam-malam kelam yang sulit dilupakan. Sepanjang abad ke-21, kompetisi ini justru beberapa kali menjadi panggung kegagalan paling memalukan bagi Madrid. Berikut lima kekalahan terburuk Real Madrid di Copa del Rey abad ini.

1. Alcorcón 4–0 Real Madrid (2009)

Kekalahan ini dikenal sebagai “Alcorconazo”, salah satu aib terbesar dalam sejarah klub. Real Madrid dipermalukan tim Segunda B dengan skor telak. Meski menang di leg kedua, Madrid tetap tersingkir. Malam ini menjadi simbol kegagalan proyek Galácticos jilid dua.

2. Barcelona 5–0 Real Madrid (2013)

El Clasico di Copa del Rey seharusnya menjadi ajang pembuktian, namun Madrid justru hancur di Camp Nou. Barcelona tampil dominan tanpa ampun, mempermalukan rival abadinya dan mempertegas ketimpangan performa kedua tim kala itu.

3. Atlético Madrid 2–0 Real Madrid (2013)

Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan karena terjadi di final dan mengakhiri dominasi panjang Madrid atas Atletico. Di Santiago Bernabéu sendiri, Los Blancos tumbang dan harus menyaksikan rival sekota merayakan gelar.

4. Real Madrid 1–2 Leganés (2018)

Kekalahan di kandang sendiri dari tim kecil seperti Leganés menjadi tamparan keras. Madrid tersingkir akibat aturan gol tandang, menunjukkan rapuhnya konsentrasi dan lemahnya motivasi di Copa del Rey.

5. Real Madrid 1–2 Athletic Bilbao (2022)

Kekalahan ini kembali menegaskan “kutukan” Copa del Rey bagi Madrid. Meski unggul kualitas dan pengalaman, Los Blancos gagal mengontrol pertandingan dan tersingkir lebih cepat dari ekspektasi.


Copa del Rey, Luka yang Berulang

Ironisnya, di saat Real Madrid berjaya di Liga Champions, Copa del Rey justru sering menjadi sumber kekecewaan. Kekalahan-kekalahan ini bukan sekadar soal skor, melainkan simbol kurangnya konsistensi dan fokus di kompetisi domestik.

Bagi Real Madrid, sejarah pahit ini menjadi pengingat: nama besar dan tradisi juara tak selalu cukup untuk menaklukkan Copa del Rey.

Postingan populer dari blog ini

Kilas Balik Kasus Penyiraman Air Keras Agus Salim oleh Rekan Kerjanya di Cengkareng

Hasil Orlando City vs Inter Miami: Tanpa Messi, Luis Suarez dkk Loyo Dihantam 4–1

Cavan Sullivan: Wonderkid 15 Tahun yang Siap Menggebrak Man City U-21